Ngopi Di Indonesia Telah Menjadi Gaya Hidup

//Ngopi Di Indonesia Telah Menjadi Gaya Hidup

Ngopi Di Indonesia Telah Menjadi Gaya Hidup

 

Di zaman milenial seperti sekarang, minum kopi kini telah merambah ke berbagai kalang. Bukan hanya orang tua, namun seiring berkembangnya kafe atau kedai kopi, pemuda pun kini jadi menyukai minuman ini. Maka kini telah tercipta tradisi minum kopi di Indonesia.

Minum kopi, pada akhirnya,kini  lebih dari sekadar menyeduh kopi dan minum. Namun minum kopi adalah salah satu momen budaya; momen dimana identitas diri suatu kelompok budaya dirayakan dan diperlihatkan. Momen ini kemudian diturunkan dari generasi ke generasi sebagai penanda identitas.

Semua negara, semua budaya di muka bumi ini, punya tradisi minum kopi itu; punya momen dimana identitas diri dirawat dan dijaga. Di Indonesia, misalnya. Hampir di semua daerah di nusantara ada tradisi minum kopi di Indonesia. Sebut saja di Bajawa, Flores, Nusa Tenggara Timur. Di sana, ada pesta penti yang biasanya digelar pada Agustus dan September. Itu adalah sebuah wujud rasa syukur atas melimpahnya hasil panen. Dalam acara itu, semua warga desa berkumpul, makan bersama, menari (adat), dan minum kopi.

Sejarah Masuknya Tradisi Minum Kopi Di Indonesia

tradisi ngopi di Indonesia

Kopi pertama kali dikenal sebagai minuman yang dapat meningkatkan stamina di beberapa negara seperti Arab dan Afrika utara. Dari sanalah tradisi ngopi pertama kali muncul. Tradisi minum kopi juga berhasil memasuki kawasan Eropa melalui jalur Turki. Setelah kopi sudah menjadi komoditas di kawasan Eropa, barulah kopi masuk ke Indonesia secara besar-besaran dibawa oleh Belanda pada tahun 1696 dari kawasan India. Ini yang kemudian membuat adanya tradisi minum kopi di Indonesia.

Karena Indonesia dikenal sebagai negara yang subur, pihak Belanda akhirnya menjadikan biji kopi sebagai komoditas utama perkebunan di Indonesia saat itu. Tentu hasil panennya kemudian akan diangkut ke daratan Eropa, proses ekspor kopi besar-besaran pertama kali terjadi pada tahun 1711 oleh VOC.

Sumber lain mengatakan, jauh hari sebelum VOC membawa kopi ke Indonesia, sebenarnya orang Indonesia sudah mengenal minuman kopi. Yakni dibawa oleh mereka yang pulang dari ibadah haji. Tradisi ngopi ini pun banyak ditemui di wilayah Sumatra khususnya Aceh.

Ngopi Kini Menjadi Gaya Hidup

tradisi minum kopi di Indonesia

Dalam perkembangannya, semakin banyaknya masyarakat yang gemar minum kopi, bisnis kopi di Indonesia pun berkembang pesat. Kini telah banyak minuman olahan kopi mulai dari kopi yang kiloan hingga kopi sachetan banyak dijual di pasaran. Dan saat ini, kopi bukan hanya menjadi media mendekatkan warga atau sebagai pelengkap ritual sesajen, dengan hadirnya kafe dan restoran mewah ala starbuck membuat ngopi lebih menjadi sebuah gaya hidup.

Tidak sedikit orang yang pamer di medsos ketika dia sedang ngopi di Starbucks, tidak sedikit pula orang yang nyinyir kepada mereka penikmat kopi sachetan. Jadi, tidak salah kan jika ngopi sekarang dijadikan gaya hidup mewah dan adu gengsi?

Minum Kopi Menjadi Gaya Hidup Di Aceh

ngopi di Aceh

Di setiap daerah di nusantara memang memiliki tradisi minum kopi di Indonesia. Namun Aceh adalah yang paling tidak dapat dipisahkan dengan kopi. Maka dari itulah, kedai kopi akan banyak kita temui di berbagai pelosok negeri berjuluk Serambi Mekkah ini. Baik siang maupun malam, berbagai lapisan masyarakat di Aceh mengisi kedai-kedai kopi untuk bersantai minum kopi.

Tradisi minum kopi ini telah berkembang turun temurun seiring perkembangan Aceh sebagai salah satu daerah produsen kopi kelas dunia. Sejak era kolonial Belanda hingga sekarang, setidaknya ada dua daerah sentra produksi kopi di Aceh, yaitu Ulee Kareng dan Gayo. Kopi Ulee Kareng yang termasuk jenis kopi Robusta dihasilkan dari Kecamatan Ulee Kareng.

Kopi Gayo adalah yang termasuk jenis Kopi Arabika di pasar dunia yang merupakan kelas kopi premium. Kedua jenis kopi inilah yang mengharumkan nama Aceh sebagai salah satu produsen kopi terbaik di Tanah Air yang merajai 40% pasar dalam negeri.

2019-05-21T02:08:35+00:00

Leave A Comment