Level Roasting Kopi Akan Bedakan Sensasi Nikmatnya Kopi

//Level Roasting Kopi Akan Bedakan Sensasi Nikmatnya Kopi

Level Roasting Kopi Akan Bedakan Sensasi Nikmatnya Kopi

Kopi merupakan minuman yang sangat populer di berbagai kalangan. Banyak orang menikmati kopi dan menjadikannya sebagai minuman favorit. Namun tahukah Anda bahwa sensasi nikmatnya kopi dapat ditentukan oleh level roasting yang berbeda? Lalu apakah roasting kopi itu?

Roasting kopi merupakan proses memasak. Namun pada dasarnya roasting adalah proses mengeluarkan air dalam kopi, mengeringkan dan mengembangkan bijinya, mengurangi beratnya memberikan aroma pada kopi tersebut.

Level Roasting Kopi

roasting kopi

Kopi hitam yang sering kita temui merupakan hasil pemanggangan biji kopi hijau. Proses ini disebut dengan roasting kopi. Tahapan ini sangat penting dilakukan untuk mengurangi kadar kafein dan asam pada biji kopi hijau. Proses roasting bertujuan untuk mengeringkan, dan mengembangkan biji kopi. Hal ini dapat memunculkan aroma dan rasa kopi yang berbeda-beda, disesuaikan dengan suhu serta waktu melakukan roasting.

Terdapat 4 level kopi yang dapat dinikmati setelah melewati proses ini, yaitu:

1. Light Roast

Proses pemanggangan dilakukan dalam waktu yang singkat untuk mendapatkan biji yang berwarna coklat muda dan tidak mengeluarkan minyak. Pemanggangan dilakukan pada temperatur 196-205 °C, hingga biji kopi membuka celah pertamanya atau disebut dengan first crack. Light roast ini memiliki rasa yang sangat asam dan pahit. Ini karena proses roasting tidak mengubah tekstur biji alami. Jenis kopi ini juga masih memiliki kandungan kafein yang cukup tinggi.

2. Medium Roast

Warna kopi ini sedikit lebih kecoklatan. Permukaannya lebih halus daripada light roast. Aroma, rasa pahit serta keasamannya lebih seimbang, serta kadar kafein yang sedikit berkurang. Proses pemanggangan level kopi ini menggunakan temperatur 210-220 °C, yaitu hingga fase antara akhir retak biji pertama dan awal retak kedua.

3. Medium Dark Roast

Temperatur yang digunakan untuk proses pemanggangan adalah sekitar 225-230 °C. Biji kopi yang dihasilkan berwarna lebih gelap dan terdapat sedikit minyak di permukaannya. Tingkat keasaman dan pahit berkurang cukup banyak dibanding dengan light roast ataupun medium roast. Terdapat juga rasa manis yang diperoleh dari proses karemilasasi dalam biji pada saat pemanggangan.

4. Dark Roast

Kopi ini memiliki aroma gosong yang khas, rasa pahit, tingkat kafein dan keasaman yang rendah. Hal ini disebabkan karena biji kopi telah dipanggang hingga melalui tahap akhir retak kedua atau lebih. Pemanggangan dilakukan pada temperatur suhu 240-250 °C, sehingga menyebabkan biji kopi menjadi tipis. Inilah yang menyebabkan rasa tar dan arang menjadi sensasi dominan pada dark roast.

Proses Roasting

proses roasting kopi

Pemanggangan atau roasting kopi dapat dilakukan secara tradisonal ataupun menggunakan alat yang canggih. Pada intinya adalah memperhatikan temperatur suhu yang digunakan selama proses pemanggangan untuk mendapatkan tekstur kopi yang diinginkan.

1. Roasting modern

Proses pemanggangan ini menggunakan peralatan yang lebih canggih, karena melibatkan sumber tenaga gas atau listrik dalam prosesnya. Alat yang digunakan biasanya disebut oven. Alat ini dapat memaksimalkan proses pemanggangan, karena temperatur suhu dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Warna hasil pemanggangan pun akan lebih rata hasilnya karena suhu oven lebih stabil.

2. Roasting tradisional

Penggunaan alat yang lebih sederhana dilakukan pada saat pemanggangan. Alat pemanggang atau penyangrai ini digerakan oleh tangan manusia secara manual. Alatnya sendiri dapat berupa wajan atau bola besar yang dapat diputar seperti molen pengaduk semen.

Proses roasting akan menentukan kualitas kopi, sehingga sensasi yang dinikmati pun sesuai dengan level roasting-nya. Begitu penting proses roasting ini dalam menentukan karakter serta nilai jual kopi.

2019-06-28T07:44:01+00:00

Leave A Comment