Tahapan Proses Perawatan Kebun Kopi Yang Baik

//Tahapan Proses Perawatan Kebun Kopi Yang Baik

Tahapan Proses Perawatan Kebun Kopi Yang Baik

Rata-rata rasa dan aroma dari kopi menjadi penyebab orang menyukai Kopi Puntang dan jenis kopi lainnya. Rasa dan aroma yang nikmat tidak lepas dari proses perawatan kebun kopi hingga menjadi bubuk kopi terbaik. Kopi Puntang yang berada di Jawa Barat merupakan jenis Kopi Arabika. Selain kopi arabika, Indonesia memiliki jenis kopi lainnya. Itu sebabnya di Indonesia budidaya kopi mulai berkembang sejak beberapa tahun yang lalu. Di Jawa Barat sebelum Kopi Puntang terkenal, pernah pernah mengalami kemunduran yang disebabkan oleh penyakit karat daun, kemudian bangkit kembali pada tahun 2011 dengan semangat para petani kopi saat itu. Hingga kini, dari satu produsen saja sudah mencapai 8 hektar luas areanya.

Step-Step Teknik Perawatan Kebun Kopi

proses perawatan kebun kopi

Proses perawatan kebun kopi sudah dilakukan sejak pemilihan lahan. Lahan yang tepat akan mempengaruhi kualitas kopi yang dihasilkan. Lahan yang baik memiliki kriteria seperti lokasinya teduh, beriklim tropis, kadar keasaman tanahnya 5 sampai 6, kandungan unsur haranya cukup, dan tanahnya gembur. Lokasi Kopi Puntang sudah memenuhi kriteria tersebut. Lokasi yang berada di kaki Gunung Puntang dan berada di daerah hutan Gunung Puntang. Perawatan kebun juga sudah dimulai dengan pemilihan bibit unggul yang tidak memiliki cacat dan cocok sebagai tanaman induk pembibitan.

1. Penyiraman

Tahapan proses perawatan kebun kopi yang pertama yaitu dimulai dengan teknik penyiraman. Penyiraman pohon kopi harus dilakukan dengan teliti terutama pada awal penanaman. Ketelitian dalam menentukan cuaca juga menjadi perhatian. Jika petani menanam saat musim hujan, maka intensitas penyiraman bisa dikurangi. Berbeda jika musik kemarau, dimana pohon kopi akan membutuhkan pasokan air lebih banyak. Setelah pohon kopi tumbuh lebih besar dan tinggi, penyiraman bisa dikurangi.

2. Pemupukan

Teknik perawatan selanjutnya yaitu pemupukan. Di awal penanaman, pohon kopi sudah mendapatkan pupuk. Maka pemberian pupuk selanjutnya dilakukan setiap 6 bulan sekali. Untuk hasil yang berkualitas, Kopi Puntang menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang dan kompos. Pemupukan yang baik adalah dilakukan saat musim hujan, karena kandungan unsur hara pada musim hujan lebih tinggi dan akan sangat mudah untuk diserap oleh akar.

3. Antisipasi Hama

Selanjutnya sama seperti tanaman lain, pohon kopi juga memiliki potensi adanya parasit. Perawatan kebun yang sangat penting yaitu memastikan tidak ada parasit yang singgah di pohon kopi. Petani secara rutin harus membersihkan tanaman yang mengganggu di sekitar pohon kopi. Karena memang idealnya kebun kopi harus bersih dari parasit. Pembersihan parasit ini juga diusahakan tidak menggunakan alat atau bahan kimia, agar menjaga kualitas kopi yang dihasilkan.

Proses perawatan kebun kopi tidak selesai sampai disitu saja. Masih ada ancaman hama pengganggu seperti ulat, serangga, dan binatang lain. Biasanya di tahun kedua penanaman kopi akan rentan terkena gangguan hama. Dan hal tersebut yang menuntut petani perlu pengawasan ekstra agar tidak kecolongan oleh serangga-serangga. Ada baiknya segala proses perawatan kebun kopi dilakukan dengan cara yang alami. Untuk menjaga kesterilan dan kualitas kebun kopi.

4. Pencahayaan

Proses perawatan kebun kopi yang terakhir yaitu pastikan mendapatkan pencahayaan matahari yang cukup. Secara umum, kebun kopi memang membutuhkan pohon peneduh, namun bukan berarti tidak membutuhkan cahaya matahari. Ia membutuhkan sekitar 60 persen cahaya matahari agar dapat tetap tumbuh. Rasa yang nikmat dari kopi dipengaruhi oleh proses perawatan kebun kopi yang benar.

2019-06-28T07:05:17+00:00

Leave A Comment