Ciri Khas Proses Penanaman Kopi Puntang

//Ciri Khas Proses Penanaman Kopi Puntang

Ciri Khas Proses Penanaman Kopi Puntang

Proses penanaman Kopi Puntang dilakukan secara mandiri oleh para petani yang ada di sekitar Gunung Puntang tepatnya di desa Cimaung. Nama Kopi Puntang saat ini sudah mendunia, namun jauh sebelum itu Kopi Puntang kalah tenar dengan kopi lain seperti Kopi Lampung, Kopu Manggarai, Gayo, Flores, dan Toraja. Tepat pada ajang Specialty Coffe Association of America (SCAA) pada April 2016 lalu di Atlanta Georgia Amerika Serikat, Kopi Puntang mendapat julukan baru sebagai kopi terbaik dengan harga yang tinggi. Produksi Kopi Puntang belum mencapai 15 tahun, namun sudah eksis tidak hanya internasional saja tetapi mulai merambah ke daerah lokal.

Tahapan Proses Penanaman Kopi Puntang

proses penanaman kopi puntang

Proses penanaman Kopi Puntang berawal dari penggunaan lahan hutan di Gunung Puntang dengan izin Perhutani, Kopi Puntang ditanam dan memperkuat struktur tanah. Manfaat yang tidak sengaja dirasa yaitu berkurangnya potensi longsor dan membuka peluang pekerjaan bagi para petani. Kopi Puntang ini termasuk pada jenis kopi arabika.

Proses penanaman dilakukan secara bertahap mulai dari pembibitan benih kopi. Untuk menghasilkan bibit unggul, benih harus disiapkan dengan sebaik mungkin. Bibit unggul akan memberikan dampak yang baik bagi pohon kopi. Pembibitan ini juga dilakukan agar saat dipindahkan ke hutan, pohon kopi akan lebih kuat dan bertahan hingga panen tiba.

Lahan yang digunakan oleh Kopi Puntang juga merupakan yang terbaik. Berada di ketinggian 1.599 meter di atas permukaan laut dan 30 kilometer jaraknya dari Kota Bandung. Kombinasi lengkap antara kualitas bibit, ketinggian lahan, kondisi tanah, cuaca, dan teknik pengolahanlah yang menjadi ciri khas dari proses penanaman Kopi Puntang dan imbas baiknya cita rasa yang dikeluarkan dari Kopi Puntang merupakan yang terbaik di Jawa Barat. Perpaduan antara manis dan asam yang menjadi ciri khas Kopi Puntang. Proses penanaman masih menggunakan cara dan bahan pupuk organik. Karena penggunaan bahan organik akan mempengaruhi kualitas Kopi Puntang.

Pemindahan Bibit Ke Hutankebun kopi puntang

Setelah mendapatkan bibit unggul selanjutnya pemindahan bibit ke hutan. Penentuan lokasi tanam juga harus diperhatikan. Pasalnya, pohon kopi harus ditanam dekat dengan pohon peneduh. Karena pohon kopi merupakan pohon yang tidak terlalu membutuhkan sinar matahari langsung, yaitu hanya 60 persen dari sinar matahari. Pohon peneduh ini berguna untuk menghindari pohon kopi dari sinar matahari langsung. Pohon peneduh yang bisa menjadi pilihan yaitu pohon yang cepat tumbuh dan daunnya tidak terlalu rimbun. Varietas tanamannya bisa seperti lamtoro atau sengon. Dari mulai penanaman pohon peneduh hingga berukuran besar dan cukup untuk menanam kopi biasanya berkisar waktu 2 tahun.

Pohon peneduh sudah tumbuh besar dan cukup untuk melindungi pohon kopi dari sinar matahari, itu menandakan bahwa pohon kopi siap untuk ditanam. Untuk menanam bibit kopi bisa dilakukan secara bertahap yaitu membuat lubang tanamnya sekitar 30 cm kedalam dan buat rapi antar jaraknya. Setelah itu pastikan tanah tidak ada hamanya dan barulah beri pupuk organik yang sudah disiapkan terlebih dahulu. Kopi Puntang menggunakan pupuk di awal penanaman dan barulah selanjutnya selama 6 bulan sekali di beri pupuk.

Bibit unggul Kopi Puntang dimasukkan ke dalam lubang tanam yang sudah diberi pupuk dan kemudian lakukan penyiraman pada usia awal sekitar 1 minggu. Tergantung pada cuaca, misalnya saat petani menanam ada di musim kemarau maka intensitar penyiraman dilakukan sesering mungkin agar bibit kopi mendapat kebutuhan air yang cukup.

2019-06-27T08:59:33+00:00

Leave A Comment