Letak dan Sejarah Perkebunan Kopi Gunung Puntang

//Letak dan Sejarah Perkebunan Kopi Gunung Puntang

Letak dan Sejarah Perkebunan Kopi Gunung Puntang

Perkembangan kopi di Jawa Barat tak bisa lepas dari peran Perkebunan Kopi Puntang. Perkebunan ini telah memberikan banyak warna baru pada saat kopi mulai redup di Bumi Priangan. Perkebunan ini terletak di kaki Gunung Puntang, tepatnya di Jalan Raya Gunung Puntang Km.27 Cimaung, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Perkebunan kopi Puntang ini sendiri dikelola oleh masyarakat sekitar dari lahan perhutani. Namun ada juga lahan yang milik pribadi. Di tangan masyarakat sekitar yang bekerja sama dengan perhutani, perkebunan kopi di daerah ini lumayan maju. Masyarakat sekitar pun mulai terinspirasi untuk menjadi petani kopi karena telah diberi edukasi oleh pihak pemerintah.

Kopi Puntang sendiri memiliki kualitas yang baik, karena didukung oleh kondisi topografinya. Ketinggian lahan, kondisi tanah, dan cuaca menjadi faktor utama tumbuhan kopi dapat tumbuh di daerah ini. Selain itu pemilihan kualitas bibit unggul serta pengolahan yang tepat juga menjadi perhatian penting bagi pemilik kebun.

Perawatan kopi Gunung Puntang dilakukan secara organik. Para petani melakukan pemupukan dengan memanfaatkan kotoran hewan untuk menyuburkan tanamannya. Pada saat masa panen pun dilakukan dengan memetik buah merah saja sehingga kopi benar-benar dalam kondisi yang sempurna untuk diolah.

Sejarah Perkebunan Kopi Puntang

perkebunan kopi puntang

Pada awalnya lahan di sekitar gunung ini sangat memprihatinkan. Pada saat itu masyarakat hanya menanam sayur saja, sehingga struktur tanahnya tidak kuat. Inilah yang menyebab sering terjadinya longsor. Ide mengembangkan kopi pun ternyata disambut oleh masyarakat dan PERHUTANI Jawa Barat.

Selama waktu berjalan, masyarakat kemudian terus mempelajari tentang pengembangan kopi yang baik. Mulai dari masa penanaman, perawatan, panen, hingga pengolahan pasca panen.

Sebelum diberikan edukasi, masyarakat lebih banyak yang menjual kopi dalam bentuk buah merah dengan nilai jual yang rendah. Namun setelah dilakukan pengolahan pasca panen, menjadi biji kopi hijau, nilai jualnya menjadi lebih tinggi.

Peningkatan kualitas terus diupayakan oleh para petani di Gunung Puntang. Mereka melakukan pengolahan kopi melalui metode natural, honey, wine, fullwash dan original dengan telaten. Hingga akhirnya, saat ini Kopi Gunung Puntang banyak dicari dan digemari oleh pecinta dari seluruh pelosok baik nusantara maupun manca negara.

Karakter Kopi Gunung Puntang

kopi puntang

Kopi Puntang berasal dari varietas Arabica Typica. Jenis tumbuhan ini dapat beradaptasi dengan tanah yang menjadi media tanamnya. Oleh karena itu karakter kopi yang ada di Gunung Puntang memiliki khas tersendiri, sehingga sering juga disebut dengan varietas Sunda Typica.

Kopi Puntang memiliki aroma blueberry, floral, jasmine, vanilla, dan lychee. Sedangkan khas organiknya dapat diidentifikasi melalui sweet after taste.

Proses pengolahan yang tepat akan mengeluarkan karakter kopi yang khas dan berkualitas baik. Kopi Puntang lebih dominan melakukan pengolahan melalui pengolahan pasca panen honey, karena proses ini akan mengeluarkan taste jasmine yang unik.

Untuk memenuhi permintaan, maka pengelola berusaha memaksimalkan kinerjanya di perkebunan dan juga di tempat pengolahan. Hingga saat ini Kopi Puntang telah hadir di pasar lokal maupun internasional dengan sistem packaging yang lebih eksklusif. Banyaknya varian yang dihadirkan memberi banyak pilihan pada konsumen untuk memilih jenis kopi yang disukainya.

Jika Anda penggemar kopi khas nusantara, cobalah untuk mencicipi keunikan rasa dan aroma Kopi Puntang. Anda pasti akan merasakan sensasi yang tak terlupakan.

Kopi puntang juga memiliki slogan “Pantang pulang tanpa Kopi Puntang.”

2019-07-18T08:03:37+00:00

Leave A Comment