Kopi Dapat Mencegah Step Bayi, Benar Atau Tidak?

//Kopi Dapat Mencegah Step Bayi, Benar Atau Tidak?

Kopi Dapat Mencegah Step Bayi, Benar Atau Tidak?

Banyak penelitian yang menyebutkan manfaat kopi untuk kesehatan. Namun selain itu ada juga yang menyebutkan bahwa mengkonsusi kopi juga memiliki efek samping. Memang banyak rumor yang berkembang mengenai minuman yang di sukai oleh penduduk di seluruh dunia. Namun, bagaimana dengan pendapat yang mengatakan mencegah step pada bayi dengan kopi? Fakta atau sekadar mitos?

Penting untuk diingat, bahwa pemberian kopi pada anak yang step justru tidak dianjurkan. Alih-alih mengobati atau mencegah step, kopi justru memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan bayi secara keseluruhan. Salah satunya, kopi dapat memicu aritmia jantung pada bayi.

Mengkonsumsi kopi biasanya bertujuan untuk mencegah kantuk. Kaum pekerja hingga mahasiswa biasanya paling sering mengkonsumsi kopi ketika mereka sedang dikejar deadline pekerjaan atau tugas. Tapi nyatanya, kopi bukan hanya ditujukan untuk mencegah rasa kantuk dan mempertahankan fokus dan kewasapadaan, tapi juga bisa mencegah step pada bayi. Apakah hal tersebut benar?

Kopi Mencegah Step Bayi?

mencegah step bayi dengan kopi

Kopi mengandung kafein yang merupakan salah satu zat stimulan. Saat masuk ke dalam tubuh, zat stimulan seperti kafein akan membuat jantung berdetak lebih cepat dan tubuh lebih energik dan segar. Itu sebabnya orang dewasa minum kopi untuk mengusir kantuk dan badan lemas.

Namun, sayangnya efek stimulan kafein dalam kopi juga dapat menjadi pencetus terjadinya kejang. Kafein dapat memengaruhi aktivitas listrik di otak dan mengubah keseimbangan neurotransmitter di otak sehingga terjadi kejang. Fakta tersebut didukung oleh sejumlah penelitian yang menunjukkan bahwa kafein dalam kopi dapat meningkatkan frekuensi kejang dan menjadi pemicu kejang pada penderita epilepsi.

Selain itu, konsumsi kopi juga dapat membuat gangguan penyerapan zat besi. Anak atau bayi yang minum kopi akan terhambat penyerapan zat besinya. Padahal, zat besi diperlukan untuk menunjang pertumbuhan anak dan perkembangan otaknya. Bila kekurangan zat besi, anak akan mengalami anemia dan berujung pada berbagai masalah kesehatan lainnya. Memberikan kopi pada anak saat dia kejang juga tidak dianjurkan. Hal tersebut justru akan membuat anak tersedak dan membahayakan dirinya. Jadi kesimpulannya konsumsi kopi mencegah step bayi adalah tidak dibenarkan.

Memberikan Kopi Pada Bayi  Justu Menimbulkan Efek Samping

kopi mencegah step bayi

Kopi yang telah dikonsumsi ternyata bisa merangsang sistem simpatik. Maka dari itu, orang dewasa yang juga mengkonsumsi kopi akan mengalami jantung berdetak lebih cepat atau menyebabkan diare jika minum kopi berlebihan. Tentu hal itu juga berlaku pada anak-anak ataupun bayi yang telah diberi kopi meski jumlahnya tidak banyak atau sangat sedikit. Menurut Dr. Rifapenyelitian menyebutkan, bahwa pada intinya memberikan kopi pada anak justru akan lebih banyak efek sampingnya jika dibandingkan dengan manfaatnya.

Sebab salah satu cara yang tepat untuk mengatasi anak yang mengalami kejang atau step adalah dengan cara menurunkan demamnya, misalnya dengan cara mengompresnya menggunakan air hangat, atau memberikan minum yang banyak atau obat penurun demam. Oleh karena itulah sangat penting bagi para orang tua untuk memiliki termometer di rumahnya. Sehingga kenaikan suhu badannya bisa segera diketahui. Jika sudah mencapai suhu 37-38°C segeralah memberinya pertolongan.

Cara Atasi Step Bayi

cara mengatasi step

Ada cara atau pertolongan pertama yang bisa dilakukan orang tua ketika anaknya mengalami step adalah jangan terlalu panik. Pasalnya, orang yang panik bisanya tidak bisa berpikir jernih apa yang harus dilakukannya.

Tindakan kedua yang bisa dilakukan saat anak mengalami kejang dengan membaringkannya di lantai atau di tempat yang cukup luas. Ini diperlukan untuk memberikannya ruang agar bisa mengambil oksigen semaksimal mungkin.

Hal lain yang bisa dilakukan saat anak kejang adalah memiringkan tubuhnya, dan masukkan jari tangan kita atau sendok yang sudah dibalut kain ke dalam mulutnya.

Cara ini harus dilakukan agar anak tidak menggigit lidahnya. Dengan cara ini kita juga bisa mengetahui apakah si anak masih kejang atau sudah mulai bereaksi.

 

2019-05-27T00:30:03+00:00

Leave A Comment