Kandungan Dalam Secangkir Kopi Bukan Hanya Kafein, Apa Sajakah Itu?

//Kandungan Dalam Secangkir Kopi Bukan Hanya Kafein, Apa Sajakah Itu?

Kandungan Dalam Secangkir Kopi Bukan Hanya Kafein, Apa Sajakah Itu?

Mengonsumsi kopi sepertinya menjadi kontroversial, kandungan dalam secangkir kopi sendiripun bukan hanya ada kafein saja. Banyak yang pro namun tak jarang banyak yang skeptis juga akan manfaat dan keamanannya. Selama berabad-abad kopi diyakini mampu memberkan efek “terjaga”. Namun kemudian diketahui bahwa hal tersebut diakibatkan dari kerja kafein sebagai salah satu kandungan dalam kopi, satu dari beberapa bahan organik yang terkandung di dalam kopi, yang bersifat stimulant pada pusat kerja syaraf manusia.

Minum secangkir kopi sekarang ini sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat modern yang bahkan sudah dilakukan sejak dulu. Namun pernahkah anda berpikir tentang apa saja senyawa pada kopi yang sering anda minum tersebut?

Kandungan dalam secangkir kopi ternyata tidak hanya tentang senyawa yang paling kita kenal yakni kafein, namun ternyata kopi juga memiliki sangat banyak unsur kimia didalamnya.

Ada 8 Senyawa Dalam Secangkir Kopi

kandungan dalam secangkir kopi

  1. Kafein

Semua orang pasti telah mengenal zat ini. Kafein, merupakan zat utama yang ada di kopi. Kafein inilah yang sering membuat kita terjaga setelah minum kopi. Hal ini disebabkan karena di dalam kopi mengandung alkaloid plant, semacam zat yang terkandung di dalam nikotin, tetapi efek sampingnya tidak terlalu kuat.

Akan tetapi jika dikonsumsi berlebihan, maka kafein bisa menyebabkan ketergantungan dan dalam kondisi menahun juga bisa menyebabkan beberapa penyakit seperti gangguan tidur dan kanker.

  1. Air (H2O)

Air adalah zat penting dalam kopi yang berfungsi melarutkan minyak dan rasa yang ada di dalam biji kopi. Idealnya, takaran yang baik dalam secangkir kopi yaitu 98.67% air dan 1,25% bubuk kopi yang mudah larut.

  1. Ethyphenol

Senyawa pada kopi ini merupakan zat yang memberikan aroma khusus pada kopi. Zat ini juga serupa dengan tar dan juga mengandung pheromone didalamnya.

  1. Quinic acid

Rasa asam yang ada pada kopi akan ditentukan dengan jumlah quinic acid yang juga merupakan salah satu senyawa pada kopi. Kadar quinic acid dalam setiap jenis kopi juga berbeda beda yang juga digunakan dalam dunia kedokteran sebagai bahan untuk membuat obat flu.

  1. Dimethyl disulfide

Dalam biji kopi yang masih hijau dan belum dikeringkan serta disangrai, senyawa pada kopi yakni dimethyl disulfide ini juga tinggi kadarnya dalam biji kopi. Zat tersebut yang membuat tinja manusia berbau seperti bau dari senyawa sulfur.

  1. Acetylmethylcarbinol

Zat ini memberikan rasa gurih di dalam biji kopi. Jadi, jangan heran ketika kita minum kopi merasakan sedikit gurih di dalamnya.

  1. Trigonelline

Meski cenderung berasa pahit, dalam kopi ada rasa manis. Zat inilah yang membuat secangkir kopi menjadi lebih terasa manis.

  1. Dicaffeoylquinic Acid

Senyawa pada kopi ini merupakan antioksidan yang sangat berguna untuk menangkal radikal bebas. Meski kadar antioksidan dalam biji kopi ini memang tidak setinggi tanaman obat lain, namun kopi sudah menjadi sumber antioksidan yang sangat banyak dikonsumsi masyarakat seluruh dunia.

Berapa Banyak Kafein Dalam Satu Cangkir Kopi

kafein dalam kopi

Kandungan dalam secangkir kopi yang paling banyak memang kafein. Kandungan zat aktif ini sendiri dalam secangkir kopi sangat bervariasi, mulai dari 50 sampai 400+ mg per cangkir. Secangkir kopi rumahan kecil akan mengandung 50 mg kafein, sementara untuk ukuran cup grande 16 oz di Starbucks dapat mengandung lebih dari 300 mg. Ya mudahnya, kita bisa berasumsi bahwa secangkir kopi rata-rata 8 ons mengandung sekitar 100 mg kafein.

2019-05-17T07:29:43+00:00

Leave A Comment