Perkembangan Perkebunan Kopi Sebagai Industri Kopi di Indonesia

//Perkembangan Perkebunan Kopi Sebagai Industri Kopi di Indonesia

Perkembangan Perkebunan Kopi Sebagai Industri Kopi di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara yang terkenal sebagai penghasil kopi, bahkan beberapa jenis kopi yang dihasilkan di negeri ini masuk ke dalam kategori kopi terbaik. Hal ini tentu menjadi sebuah prestasi bagi industri kopi di Indonesia dan merupakan potensi yang cukup menjanjikan untuk perkembangan di bidang pertanian, bahkan ekonomi.

Kopi merupakan minuman andalan yang umumnya disuguhkan untuk melngkapi momen-momen tertentu. Bahkan menurut sejarahnya, kopi bisa dijadikan minuman pelengkap untuk mengadakan sebuah tradisi. Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa daerah unggulan yang diketahui sebagai  daerah penghasil kopi terbaik. Berikut adalah daerah penghasil kopi:

Industri Kopi Sidikalang di Sumatra

industri kopi

 

Sidikalang merupakan salah satu lokasi kebun kopi yang masuk ke daerah di Bukit Barisan, ketinggiannya mencapai 1.500 mdpl. Di mana pada ketinggian tersebut sangat bagus untuk penanaman tanaman biji kopi. Selain itu, kawasan wilayah Sidikalang dikenal sangat sejuk dan subur. Tak heran apabila kopi terbaik Indonesia terlahir di sini. Kopi-kopi yang dihasilkan di wilayah Sumatera Utara terkenal dengan teksturnya yang halus dippadukan dengan citarasa yang begitu kompleks.

Perkebunan kopi di wilayah ini sebetulnya sangat berpotensi untuk dijadikan kawasan agrowisata. Memiliki luas kurang lebih sekitar 14.117 Ha perkebunan robusta dan 5.771 Ha perkebunan arabika. Banyak pula pencinta kopi yang sengaja datang ke wilayah ini untuk hanya sekadar dapat menikmati trip ke Sidikalang sekaligus untuk menikmati kopi. Namun ternyata kawasan tersebut belum sepenuhnya resmi dijadikan kawasan agrowisata. Perkebunan kopi Sidikalang hanya dijadikan wilayah penghasil kopi di sana.

Perkebunan Kopi Gayo

industri kopi

Perkebunan kopi Gayo sebelumnya sudah dikembangkan sejak tahun 1908. Selain itu, perlu diketahui bahwa produksi kopi arabika di Gayo ternyata merupakan produksi terbesar se-Asia.

Kopi Gayo dikenal sebagai kopi yang mempunyai citarasa yang berbeda-beda. hal itu dipengaruhi dari proses pembuatan serta pengolahan kopi yang juga berbeda-beda. Walaupun demikian, kopi ini termasuk kopi yang tak boleh Anda lewatkan kenikmatannya.

Menikmati aroma dan citarasa kopi tersebut sembari melihat pemandangan dataran tinggi Tanah Gayo akan membuat suasana ngopi Anda semakin lengkap.

Industri Kopi di Tana Toraja

industri kopi

Tana Toraja sangat terkenal dengan kekentalan budaya serta etnisnya. Namun, di balik itu semua, Tana Toraja merupakan salah satu wilayah penghasil kopi terbaik di Nusantara.

Kopi-kopi yang ditanam di wilayah Tana Toraja berada di area pegunungan yang memiliki ketinggian dari 1.400 meter dari permukaan air laut bahkan sampai mencapai 2.100 meter dari permukaan air laut, tepatnya ada di pegunungan Sasean. Hal itu lah yang menyebabkan kopi ini terasa berbeda. Selain itu kopi Toraja ditanam secara berdampingan dengan daerah yang ditanami rempah-rempah.

Kebanyakan, dalam industri kopi Toraja menggunakan biji kopi arabika dalam pengolahannya. Bahkan sangat identik dengan kopi arabika karena tanah dari perkebunan kopi di sana sangat cocok untuk ditanami kopi jenis ini. Selain itu, kopi yang satu ini dikenal sebagai kopi yang proses pengolahannya sangat selektif. hanya biji kopi pilihan yang diikutkan dalam proses pengolahnnya.

 

Bandung, Daerah Penghasil Kopi Jawa Barat

industri kopi

Selain daerah di luar pulau Jawa, Bandung juga merupakan daerah penghasil kopi. Terdapat beberapa pabrik kopi yang masih eksis hingga saat ini. Salah satu kopi andalan yang menjadi indusri kopi di Bandung adalah Kopi Puntang.

Kopi Puntang merupakan kopi yang dinyatakan sebagai kopi terbaik di Jawa Barat. Selain itu, kopi ini juga dinobatkan sebagai juara dalam kompetisi di Speciality Coffee Associaton of America (SCCA). Sehingga, kopi yang satu ini merupakan salah satu kopi yang terbilang cukup mahal. Kopi ini juga dikenal dengan nama lain “Sunda Gulali” sebab rasa manis asam yang terkandung dalam kopi tersebut. Kopi Puntang ditanam di kawasan Gunung Puntang yang luasnya sekitar 400 hektar dengan ketinggian 1.300 mdpl dan terdiri dari jenis kopi arabika.

Petani kopi di wilayah gunung Puntang itu sendiri mengelola segala proses pembuatan kopi dari mulai penanaman, perawatan, hingga berhasil diolah menjadi bubuk kopi secara mandiri. Yang membedakan kopi tersbut dengan kopi lainnya ada pada kombinasi kualitan bibit, kondisi cuaca, ketinggian lahan, serta pengolahannya.

Itulah beberapa penjelasan terkait perkembangan kebun kopi dan industri kopi yang ada di Indonesia. Pada dasarnya, kualitas kopi bisa ditentukan melalui cara penanaman hingga cara pengolahan biji opinya sehingga mampu menghasilkan bubuk kopi yang nikmat.

 

2019-04-03T08:32:53+00:00

Leave A Comment