Budidaya Tanaman Kopi Indonesia Yang Mendunia

//Budidaya Tanaman Kopi Indonesia Yang Mendunia

Budidaya Tanaman Kopi Indonesia Yang Mendunia

Budidaya tanaman kopi masih menjadi trend di Indonesia. Trend ini bahkan menaikan nilai ekspor kopi Indonesia yang kian waktu diprediksi akan semakin bertambah. Indonesia sendiri merupakan negara penghasil kopi terbesar ke 3 usai Brasil dan Thailand. Pada tahun lalu sendiri, ekspor kopi Indonesia tercatat mencapai angka 432 ribu ton untuk biji kopi dan 152,98 ribu ton untuk kopi olahan.

Untuk ekspor kopi olahan yang mencapai angka 152,98 ribu ton, Indonesia menghasilkan US$ 416,319 juta. Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Abdul Rochim mengatakan bahwa memang sebagian besar kopi yang dihasilkan di dalam negeri memang diperuntukkan untuk kebutuhan ekspor. Biji kopi tersebut diekspor ke Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Italia dan Malaysia.

Cara Pengolahan Kopi

pengolahan kopi

Kopi memang merupakan sebuah komoditas yang paling banyak diperdagangkan. Pusat budidaya kopi sendiri ada di Amerika Latin, Amerika Tengah, Asia pasifik dan Afrika. Sedangkan konsumen kopi terbesar ada di negara-negara Eropa dan Amerika Utara. Maka wajar bila komoditas ini sangat aktif diperdagangkan.

Tanaman kopi sangat banyak jenisnya, bisa mencapai ribuan. Namun yang banyak dibudidayakan hanya empat jenis saja yakni arabika, robusta, liberika dan excelsa. Masing-masing jenis tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda.

Namun menanam kopi tidak bisa sembarangan, karena lahan yang terletak di ketinggian lebih dari 800 meter dpl cocok untuk ditanami arabika. Sedangkan dari ketinggian 400-800 meter bisa ditanami robusta. Sedangkan untuk budidaya tanaman kopi di dataran rendah bisa mempertimbangkan jenis liberika atau excelsa.

Menyiapkan Bibit Kopi

bibit tanaman

Langkah yang amat inti dari budidaya kopi selain menyiapkan lahan adalah menyiapkan bibit kopi yang cocok dan unggul. Selain itu, kopi juga merupakan tanaman yang tidak bisa hidup sendiri alias harus mempunyai pohon peneduh, pohon peneduh pun harus sudah dipersiapkan setidaknya 2 tahun sebelum penanaman dilaksanakan.

lahan yang terletak di ketinggian lebih dari 800 meter dpl cocok untuk ditanami arabika. Sedangkan dari ketinggian 400-800 meter bisa ditanami robusta. Budidaya kopi didataran rendah bisa mempertimbangkan jenis liberika atau excelsa.

Penanaman Bibit Pohon Kopi

penanaman bibit kopi

Jika lahan, pohon peneduh serta bibit kopi telah siap, maka langkah berikutnya dalam budidaya tanaman kopi adalah memindahkan bibit dari polybag ke lubang tanam di areal kebun. Jarak tanam budidaya kopi yang dianjurkan adalah 2,75×2,75 meter untuk robusta sedangkan untuk arabika 2,5×2,5 meter. Jarak tanam ini juga divariasikan dengan ketinggian lahan. Semakin tinggi lahan semakin jarang dan semakin rendah semakin rapat jarak tanamnya.

Sedangkan untuk membuat lubang tanam idealnya adalah dengan ukuran 60x60x60 cm, pembuatan lubang ini dilakukan 3-6 bulan sebelum penanaman. Kemudian saat penggali lubang tanam pisahkan tanah galian bagian atas dan tanah galian bagian bawah. Biarkan lubang tanam tersebut terbuka. Lalu dua bulan sebelum penanaman campurkan 200 gram belerang dan 200 gram kapur dengan tanah galian bagian bawah. Kemudian masukkan kedalam lubang tanam. Sekitar 1 bulan sebelum bibit ditanam campurkan 20 kg pupuk kompos dengan tanah galian atas, kemudian masukkan ke lubang tanam.

Panen Kopi

panen kopi

Budidaya tanaman kopi secara intensif bisa dipanan setelah berbuah di umur 2,5 hingga 3 tahun untuk robusta, dan 3 sampai 4 tahun untuk arabika. Untuk hasil panen pertama biasanya tidak terlalu banyak dan prodoktivitas tanaman kopi sendiri akan mencapai puncak di usia 7 hingga 9 tahun.

Panen budidaya tanaman kopi sendiri dilakukan secara bertahap, panen raya dapat terjadi dalam 4-5 bulan dengan interval waktu pemetikan setiap 10-14 hari.

2019-05-27T14:17:48+00:00

Leave A Comment