3 Proses Pengolahan Biji Kopi Menjadi Kopi Bubuk

//3 Proses Pengolahan Biji Kopi Menjadi Kopi Bubuk

3 Proses Pengolahan Biji Kopi Menjadi Kopi Bubuk

Untuk mengahasilkan bubuk kopi yang baik, tentu harus melewati berbagai proses yang tidak instan. Kopi yang berkualitas tinggi  selalu berawal dari perjalanan yang cukup panjang. Mulai dari penanaman bibit hingga menempuh hasil akhir untuk dijadikan minuman pembangkit semangat yang begitu nikmat.

Lalu proses apa saja yang harus dilewati untuk menjadikan bubuk kopi yang dihasilkan berkualitas?

Proses Pengolahan Tananam Kopi Hingga Memnjadi Bubuk Kopi

proses tanam hingga jadi bubuk kopi

Kopi merupakan minuman unik dengan aroma khas yang disukai oleh banyak kalangan. Proses pengolahan kopi terbaik tentu tidak bisa dilakukan secara instan dan mudah. Sebaliknya, banyak hal yang mesti diperhatikan di dalamnya. Lalu bagaimana proses pengolahan kopi itu?

1. Pemanenan Buah Kopi

Setelah berhasil ditanam, maka buah kopi pun akan siap untuk dipanen. Cara membedakan buah kopi yang sudah layak untuk dipanen bisa dilihat dari warna kulit buahnya.

Selain itu, biasanya tidak semua kopi bisa matang dalam waktu yang bersamaan. Oleh karena itu, diperlukan waktu yang tidak sebentar untu memanennya. Periode panen pada tanaman kopi ini biasanya berlangsung selama 4-5 bulan dengan frekuensi pemetikan buah setiap 10-14 hari. Untuk itu, Anda pun harus mengetahui tentang proses pascapanen karena dapat berpengaruh pada rasa dari kopi.

2. Tahapan Roasting

Tahapan selanjutnya yang harus dilaui adalah tahapan roasting kopi yang juga ikut andil dalam memenuhi penentuan cita rasa kopi. Pada fase ini dilakukan beberapa tahap, di antaranya:

  • Drying atau pembuangan kadar air => Biji kopi akan mulai menyerap panas dan menguapkan kadar airnya. Selama kandungan air pada green bean atau biji kopi masih ada, biji tidak akan berubah warna menjadi kecoklatan dan masih akan tetap memiliki warna hijau.
  • Light Roast => Fase roasting paling rendah. Akhir dari fase ini ditandai oleh first crack, yaitu berupa adanya letupan memecahnya biji kopi. Pada saat proses itu akan mulai terjadi tingkat light roast pada kopi.
  • Medium Roast => Fase roasting yang berada di tingkat medium. Di fase ini, akan terjadi yang dinamakan proses caramelization atau karamelisasi di mana terjadi proses pembentukan karakter aroma dan rasa manis pada kopi.
  • Dark Roast => Biasanya warna kopi berubah menjadi coklat gelap. Rasa dari kopi dark roast ini cenderung lebih pahit karena mengalami proses karbonasi.

3. Tahap Penggilingan Menjadi Bubuk Kopi

Tahap ini merupakan tahap yang tak kalah penting dalam proses pengolahan kopi, yaitu tahap penggilingan. Pada fase ini, kopi sudah siap untuk digiling dengan menggunakan alat penggiling hingga menjadi bubuk kopi yang siap untuk diseduh.

Namun sebaiknya biji kopi yang baru saja disangrai tidak boleh langsung digiling (setidaknya paling sebentar dibiarkan selama 4 jam). Biji yang baru saja lepas proses sangrai mengandung kadar karbon dioksida yang tinggi sehingga mempengaruhi rasanya dan citarasanya.

Kopi Puntang Menghasilkan Bubuk Kopi Berkualitas

bubuk kopi puntang

Proses pengolahan kopi untuk menciptakan bubuk kopi yang berkualitas tentu tidak mudah. Namun tidak sulit menemukan kualitas terbaik dari kopi nusantara, Kopi Puntang salah satunya.

Proses pembuatan kopi puntang itu sendiri dilakukan dengan sangat istimewa sehingga menyuguhkan cita rasa kopi asli yang nikmat. Apalagi jika yang menyeduhnya adalah barista andal  yang mampu membuat sajian minuman kopi yang terbaik.

Apabila Anda dapat membuat seduhan kopi dengan takaran yang pas, maka kopi pun akan terasa sangat nikmat dan tak tergantikan.

2019-08-16T08:11:46+00:00

Leave A Comment